Rabu, 15 November 2017

PROGRAM WISATA 2017


Lagi-lagi berwisata, apa gak bosan? Tapi itulah program yang dicanangkan dua tahun sekali di Lansia Kadipiro. Program wisata bagi semacam ini pada dasarnya bertujuan memberikan kesempatan berekreasi dan refreshing kepada merekapara lansia ditengah kesibukan dan himpitan problema hidup sehari-hari. Disamping itu juga memberi kesempatan bagi mereka yang mungkin agak kurang beruntung tidak mampu menyelenggarakan acara wisata sendiri karena berbagai kendala. Program Wisata 2017 yang diselenggarakan tanggal 2 April 2017 ini adalah program keempat sejak dimulainya kegiatan Posyandu Lansia Kadipiro sejak 2007.
Dengan menggunakan bus wisata Remaja Trans, tujuan wisata yang dipilih tahun ini adalah kabupaten dengan seribu pantai, yaitu Kabupaten Gunung Kidul, dan pantai yang terpilih adalah Indrayanti, Kukup dan Baron.


Sulit rasanya untuk mencari bandingan keindahan pantai-pantai di Gunung Kidul ini, kecuali tentunya dengan pantai-pantai di luar negeri. Simak saja foto-foto yang diunggah bersama artikel ini, betapa indahnya pantai-pantai tersebut.

PANTAI INDRAYANTI

Sebenarnya pantai ini bernama asli Pantai Pulang Syawal, tetapi nama ini kurang keren dibanding dengan nama yang diberikan oleh para pengunjung. Awalnya saat pantai ini baru dibuka dan belum terkenal, ada  seorang pengusaha yang berani mengambil resiko dengan mendirikan sebuah rumah makan ditepi pantai yang diberi nama Indrayanti.

                                                       
Jadi nama inilah yang kemudian tertanam di benak para pengunjung ....Indrayanti.... menjadi nama pantai yang lebih keren dan populer dibanding nama aslinya Pulang Syawal.



PANTAI KUKUP

Pantai yang satu ini termasuk salah satu wisata pantai yang terkenal di Gunung Kidul. Selain memiliki pemandangan indah, Pantai Kukup ini juga memiliki daya tarik tersendiri dan berbeda dewngan pantai-pantai lainnya.


 Lokasi Pantai Kukup ini masih satu jalur dengan Pantai Indrayanti, Baron, Drini, Sundak dan lain-lain.
Di bagian bibir pantai terdapat lantai karang yang menjorok hingga ke selatam. Saat air laut sedang dalam keadaan surut, kita bisa melihat terumbu karang dan aneka biota laut lainnya seperti ikan-ikan kecil, rumput laut dan lain-lain, namun saat kunjungan ini kesempatan itu tidak muncul. Untuk mencapai pulau karang ada sebuah jembatan yang menghubungkan tebing dengan pulau karang tersebut, dan karenanya tidak perlu menyeberang lewat air laut.
                
 Meskipun tersedia jembatan penyeberangan namun untuk mencapai ujung jembatan ini harus terlebih dahulu menaiki tebing yang lumayan tinggi, dan rupanya tidak ada seorangpun peserta wisata yang berminat untuk naik ke pulau karang ini, mungkin dirasa terlalu tinggi dan perlu stamina yang cukup, yang terasa amat berat bagi seorang lansia.



PANTAI BARON

Pantai ini memiliki kekhususan dibanding pantai lainnya dengan air yang tenang dan ombak tidak terlalu besar. Oleh karenanya  di pantai ini ada penyewaan perahu untuk melaut. Tidak banyak para lansia yang tertarik memanfaatkan fasilitas ini karena faktor keberanian, disamping faktor kelelahan setelah berkunjung di dua pantai sebelumnya.


 Konon nama pantai Baron berasal dari seorang bangsawan Belanda yang bernama Baron Skeber, dan bangsawan tersebut pernah mendaratkan kapalnya di salah satu pantai di laut selatan, yang kemudian pantai ini diberi nama Pantai Baron.



Yang menarik di pantai ini juga adanya pasar pisang dengan barang dagangan berbagai jenis pisang, dan beberapa peserta wisata, khususnya ibu-ibu nampak memanfaatkannya dengan berbelanja pisang untuk oleh-oleh.



Di tempat penyewaan perahu, tercatat hanya satu keluarga yang bernyali untuk melaut dengan  menyewa perahu, dan hasilnya menurut penuturan mereka cukup mendebarkan dan menguras adrenalin saat perahu menjelang  masuk  laut bebas dimana ombak sudah mulai terasa besar.


Pantai Baron adalah tujuan akhir dari progam wisata ini, dan ternyata tidak seluruh peserta turun ke pantai,  sebagian lebih memilih untuk tetap tinggal di bus karena  sudah cukup terkuras staminanya saat berkunjung di dua pantai sebelumnya.



PENYELENGGARAAN WISATA 2017

Seperti halnya dengan program-program wisata terdahulu, program Wisata 2017 ini diselenggarakan secara gratis bagi para lansia, kecuali iuran sebesar Rp.20.000,00 per orang untuk membeli kotak makan siang, sementara untuk transportasi, parkir, retribusi dan lain-lain yang berhubungan dengan wisata ini seluruhnya ditanggung oleh pengurus, sementara untuk pengadaan snack pengurus mendapat donasi dari warga Kadipiro yang sejak awal selalu peduli dan banyak memberikan bantuan kepada Lansia Kadipiro.


Dalam program wisata kali ini peserta terdiri anggota Paguyuban Lansia Ngesti Laras Dusun Kadipiro, sedangkan  tempat duduk yang tersisa disediakan bagi warga Kadipiro non-lansia dengan kewajiban membayar biaya transport dll. Disamping  juga ada peserta undangan, yaitu mereka yang  dalam operasional kegiatan lansia ikut berperan aktif memberikan bantuan berupa jasa, misalnya kepelatihan dsb. Kepada mereka tidak dipungut biaya apapun.



 Secara umum program wisata ini berjalan tertib, lancar dan sukses, semua peserta  menunjukkan  suasana gembira, sejak berangkat sampai pulang kembali semua peserta dalam keadaan sehat, tanpa ada keluhan masuk angin, pusing, sakit perut  atau sejenisnya yang baisanya dirasakan oleh para lansia dalam bepergian jarak jauh dengan durasi hampir 15 jam.

Mudah-mudahan program wisata ini masih bisa terus berlanjut untuk dua tahun yang akan datang,  tentunya dengan tujuan wisata yang lain lagi. Apakah hal ini bisa terlaksana sangat bergantung kepada kemampuan finansial paguyuban untuk membiayainya. Bagaimanapun pengurus akan tetap berusaha menghimpun dana untuk itu. Semoga



Tidak ada komentar:

Posting Komentar