Selasa, 07 Februari 2017

OLAH DATA DI LANSIA KADIPIRO

          Saat awal kegiatan, saya dihadapkan pada setumpuk buku, hasil nyontek lansia tetangga, dan para kader yang saya tanya menyatakan bahwa buku-buku itu adalah buku wajib dan merupakan pakemnya organisasi kemasyarakatan  semacam lansia ini. Maklumlah kader-kader ini juga aktivis di PKK, Posyandu Balita, Dasa Wisma dan sebagainya.
Olah data dengan IT
Setelah saya pelajari, okelah pakai buku-buku ini dan para kader dengan setianya mengisi buku2 tsb sebagaimana biasanya dilakukan di lembaga lain dimana mereka aktif. Hitung2 saya juga menghargai jerih payah mereka sampai-sampai harus menyontek ke lansia tetangga. Tetapi diam-diam saya siapkan cara yang lebih praktis untuk mengubah data ini menjadi informasi. Harus diakui bahwa masih banyak  yg belum dapat membedakan apa itu data, dan apa itu informasi, kebanyakan orang menganggap bahwa keduanya sama saja.

          Kembali ke masalah buku wajib, saya membayangkan betapa repot, sulit dan rumitnya bila saya harus menyajikan informasi misalnya : berapa orang dari golongan PRA LANSIA, LANSIA dan RISTI yang hadir dalam setiap kegiatan Posyandu Lansia, dari tiap2 golongan itu berapa yang mengidap hypertensi, yang normal dan yang tekanan darah rendah, sementara data yang ada dalam buku itu angka besaran hasil pemeriksaan tensi masing2 orang. Belum lagi yang menyangkut berat badan, IMT dan lain-lain. Sungguh ribet dan repot pol.

Saya memahami bila diantara instansi-instansi pembina lansia yang tetap berpedoman bahwa buku-buku itu adalah wajib dan merupakan pakem, tapi mudah-mudahan tulisan saya ini bisa membuka cakrawala pandang baru bahwa yang diperlukan adalah informasi, bukan sekedar data.

Beruntung saya memiliki sedikit ilmu tentang pemrograman untuk mendevelop sebuah software pengolah data. Bahasa pemrograman yang saya gunakan adalah Microsoft Visual Foxpro. Walaupun sebenarnya hanya kurang dari 10% yang saya kuasai dari bahasa pemrograman ini, saya tetap percaya diri bahwa itupun sudah cukup untuk mendevelop sebuah software untuk mengolah data organisasi sekecil posyandu lansia ini. Penguasaan mendekati 100% memang harus dikuasai kalau pemakai softwarenya adalah perusahaan besar yang omzetnya mungkin triliunan rupiah per tahun.

Mari kita sekarang masuk ke uraian tentang software pengolah data yang saya maksud. 
Pencatatan manual yang diperlukan saat pelaksanaan posyandu lansia hanyalah pencatatan
diatas selembar kupon kecil seperti
Kupon isian data
gambar disamping, yang  memuat 3 data tentang : hasil penimbangan badan, hasil pemeriksaan tensi dan apakah lansia ybs memerlukan pengobatan atau tidak. Inilah gambaran flow of datanya :






PENIMBANGAN BADAN
DATA BERAT BADAN DICATAT PETUGAS PENIMBANGAN BADAN 
DALAM KUPON
        


HASIL PEMERIKSAAN TENSI DICATAT DALAM KUPON 
DILENGKAPI DATA APAKAH PERLU PEMERIKSAAN ATAU TIDAK, SEKALIGUS  DIINPUT KE SOFTWARE

HASIL OLAHDATA

Demikian aliran data mulai dari penimbangan badan sampai keluarnya hasil pengolahan data menjadi informasi.

Nah, mari kita simak seperti apa software pengolah data ini dalam bentuk layar layarnya.

Menu Utama
 Menu Utama, yang berisi opsi : Input Data, Tampilkan data, Undangan dan Exit
 Untuk pembahasan ini dipilih Input Data dan inilah  tampilan berupa opsi  data apa yang  akan diinput.
Opsi pilihan input data
Disini saya hanya fokus untuk membahas masalah pengolahan data posyandu saja maka dipilih (klik) opsi  Posyandu, yang berarti akan diinput data Posyandu Lansia. Input data Penduduk jarang sekali digunakan, kecuali terjadi mutasi penduduk di Dusun Kadipiro. 

Pilihan pada Opsi Posyandu akan memunculkan pilhan bulan apa dan tahun berapa.
Ambillah misalnya Desember, yang kemudian akan diikuti pilihan tahun 2016. 

Berikut tampilan form isian data untuk posyandu lansia.
Sebagai  contoh diinput data hasil Posyandu Lansia untuk lansia bernama HASANAH, bulan tahun terisi otomatis, tinggal ketik Berat badan, Tensi Sistolik, Tensi Diastolik dan pilihan apakah akan melakukan pemeriksaan kesehatan atau tidak, dengan klik Ya atau Tidak.

Selesai dilakukan input data seorang lansia, maka hasilnya akan ditampilkan sebagai berikut. 
Hasil Input data
Dalam gambar kanan bawah berlatar hijau adalah tampilan alert bagi penginput data yang memberikan peringatan  bahwa lansia ybs tergolong  Gemuk Berat (obesitas) dan tekanan darahnya sudah tergolong pada Hypertensi Tingkat III, dan IMT-nya sudah jauh diatas normal, dan oleh karenanya harus disarankan bahwa kondisi ini memerlukan tindakan lanjut.
Demikian dilakukan hal yang sama untuk semua lansia yang hadir pada hari itu.
Catatan: angka-angka tersebut adalah semata untuk simulasi dan bukan data sebenarnya demi menjaga kerahasiaan data pribadi yang bersangkutan.

Selesai Input Data kembali ke Menu Utama untuk memilih Opsi Tampilkan Data.

Opsi pilihan Tampilkan data


Pada pilihan Tampilkan Data pada Menu Utama, akan disajikan opsi berikut, dan karena pokok bahasan ini adalah Posyandu Lansia, maka dipilih (klik) Rekap Posyandu, untuk menampilkan data-data pemeriksaan pada Posyandu Lansia hari itu.

Opsi Rekap Posyandu
Untuk menampilkan Rekap Posyandu tersedia pilihan apakah Rekap Bulanan, atau Rekap Per Anggota. Kali ini  dipilih (klik) Rekap Bulanan, yang berarti rekap data posyandu lansia pada bulan pilihan.

Dalam opsi pilihan lewat menu Opsi Pilihan Bulan dan Tahun,  dipilih sebagai contoh bulan Desember dan tahun 2016 karena saat awal input data adalah untuk bulan tahun tersebut.

Rekap Data bulanan

Inilah hasil olahdata untuk Posyandu bulan Desember 2016 untuk semua lansia yang hadir pada Posyandu Lansia bulan itu yang diselenggarakan tanggal 9-12-2016, yang pada intinya informasi yang ditampilkan dalam kolom-kolom sebagai berikut :


NAMA  - JENIS - UMUR : nama lansia yang hadir pada Posyandu Lansia, jenis kelamin dan umurnya pada saat dilaksanakannya Posyandu Lansia. Data Umur akan otomatis menyesuaikan dengan tanggal posyandu
HADIR (%) : menampillkan informasi untuk keberapa kalinya hadir sejak pertama kali diselenggarakan posyandu lansia (pada tahun 2007) sampai dengan bulan itu, dan sekaligus prosentasenya. Informasi ini sangat bermanfaat  untuk melihat rajin atau tidak-nya hadir di posyandu lansia   
PERIKSA (%)  : menampilkan informasi sudah  keberapa kali sejak saat pertama kali posyandu diselenggarakan  ybs melakukan pengobatan sekaligus prosentasenya. Informasi ini menunjukkan seberapa tingkat kesehatannya, apakah sering menderita sakit atau tidak.
TENSI  : hasil pemerikaan tensi pada hari itu, sekaligus tingkat hypertensinya
BERAT : hasil penimbangan bada pada hari itu, dan sekaligus klasifikasinya (obesitas)   
I M T     : perhitungan IMT (Index Massa Tubuh) sesuai rumus  yang  berlaku

Catatan : nama-nama sengaja disamarkan karena ini data sebenarnya yang menyangkut informasi pribadi seseorang

Rekap Data per kelompok usia
            Inilah tampilan akhir untuk Posyandu Lansia tanggal 9-12-2016 yang diakhiri dengan tampilan Rekap      data berupa informasi tentang  Berapa jumlah yang : Hadir, Periksa kesehatan, Penderita Hypertensi, Penderita Darah Rendah, Tekanan Normal, Berat Badan Lebih, Berat Badan Kurang dan Berat   Badan Normal, semuanya telah terkelompok untuk Pra Lansia (45-49 th), Lansia (60-69 th), dan Risti (=>70 th), sekaligus prosentasenya. Inilah yang kami sebut dengan Informasi karena telah dipaparkan dengan jelas Rekap dari semua kegiatan pada hari itu, dan relatif dalam waktu yang amat singkat, katakanlah hanya dalam hitungan detik setelah data terakhir diinput. Bisa dibayangkan berapa hari yang diperlukan untuk mengolah dari data menjadi informasi seperti itu seandainya tetap berpegang pada buku wajib sesuai pakem yang ada.

            Kembali ke Gambar Opsi Rekap Posyandu, bila dipilih opsi Per Anggota, akan disajikan lagi Opsi apakah untuk satu tahun tertentu. Misalnya dipilih Per Tahun, maka sistem akan meminta siapa nama yang ingin ditampilkan, dan tahun berapa.. Sebagai contoh dipilih untuk lansia atas nama HASANAH dan untuk tahun 2016. Hasilnya adalah seperti gambar berikut 

Tampilan data per orang selamam 1 tahun
Bila pilihan pada opsi Seluruh Tahun maka akan ditampilkan mulai tahun 2007 sampai trerakhir tahun berapa input data Posyandu Lansia dilakukan.

          Dari data-data yang terolah akan dengan mudah dielaborasi  menjadi bentuk informasi yang lain, sesuai kebutuhan, baik itu kepentingan sendiri atau lembaga lain yang membutuhkan laporan-laporan, grafik-grafik dan sebagainya.

          Sebenarnya masih banyak fitur dari Software ini, namun kali ini saya batasi pembahasannya sebatas bagaimana mengolah data menjadi informasi, khususnya yang berkaitan dengan Posyandu Lansia. Misi saya untuk menampilkan ini semata-mata hanya ingin memberi penegasan bahwa sesunguhnya Lansia Kadipiro tidak menolak  terhadap pakem-pakem pencatatan data lewat media buku (manual), tetapi lebih pada segi kepraktisan dan kemudahan dengan memanfaatkan perangkat IT dalam memperoleh dan menampilkan informasi tentang hasil kegiatan Posyandu Lansia, Dari informasi yang didapat akan ditentukan tindak lanjut apa yang perlu diambil, baik untuk lansia secara perorangan atau lansia keseluruhan yang dapat bermuara pada kebijakan-kebijakan apa yang mesti diambil atau diperbarui.

          Mungkin setelah membaca tulisan ini akan timbul pertanyaan apakah sistem seperti ini dapat diterapkan di kelompok Lansia yang lain, ataukah hanya bisa diterapkan di Lansia Kadipiro saja. Jawabnya tentu saja bisa sistem ini diterapkan di kelompok lansia manapun, asalkan dipenuhi beberapa persyaratan. Pertama, apakah tersedia perangkat IT, tentunya tergantung dari kebijakan masing-masing kelompok lansia, karena bukankah sekarang terbuka kesempatan untuk pengadaan perangkat IT melalui usulan Dana Desa. Kedua, apakah tersedia tenaga pelaksana yang menguasai IT ? Jawabnya mestinya tersedia; bukankah di dusun-dusun sekarang ini  banyak orang-orang muda (maksudnya dilingkungan keluarga lansia, anak, cucu, penduduk sekitar dll) yang sudah banyak mengenal dan menguasai dunia IT. Ketiga, apakah dilingkungan kelompok lansia ybs sudah perlu adanya program pengolah data seperti ini, tentunya terpulang kepada para pengasuh di lingkungan lansia masing-masing apakah ada minat untuk melangkah dari pakem-pakem pencatatan data lewat media buku ke pencatatan dan pengolahan data lewat perangkat IT.  Perlu diingat, bahwa sarana pengolahan data lewat IT sama sekali  tidak harus selalu mencontoh apa yang saya buat, karena bukankah di dunia pegolahan data banyak tersedia perangkat-perangkat lunak dan bahasa pemrograman lain seperti Microsoft Excel dan lain-lain. Keempat, apakah dalam penerapan sistem ini diperlukan tambahan biaya operasional, jawabnya tentu saja tidak, biaya awal hanya diperlukan saat pengadaan perangkat keras (komputer desktop, atau laptop) dan printer.



Semoga bermanfaat dan memberikan inspirasi.......... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar