![]() |
| Olah data dengan IT |
Kembali ke
masalah buku wajib, saya membayangkan betapa repot, sulit dan rumitnya bila
saya harus menyajikan informasi misalnya : berapa orang
dari golongan PRA LANSIA, LANSIA dan RISTI yang hadir dalam setiap kegiatan
Posyandu Lansia, dari tiap2 golongan itu berapa yang mengidap hypertensi, yang
normal dan yang tekanan darah rendah, sementara data yang ada dalam buku itu
angka besaran hasil pemeriksaan tensi masing2 orang. Belum lagi yang menyangkut
berat badan, IMT dan lain-lain. Sungguh ribet dan repot pol.
Saya
memahami bila diantara instansi-instansi pembina lansia yang tetap berpedoman
bahwa buku-buku itu adalah wajib dan merupakan pakem, tapi mudah-mudahan tulisan
saya ini bisa membuka cakrawala pandang baru bahwa yang diperlukan adalah informasi,
bukan sekedar data.
Beruntung
saya memiliki sedikit ilmu tentang pemrograman untuk mendevelop sebuah software
pengolah data. Bahasa pemrograman yang saya gunakan adalah Microsoft Visual
Foxpro. Walaupun sebenarnya hanya kurang dari 10% yang saya kuasai dari bahasa
pemrograman ini, saya tetap percaya diri bahwa itupun sudah cukup untuk
mendevelop sebuah software untuk mengolah data organisasi sekecil posyandu
lansia ini. Penguasaan mendekati 100% memang harus dikuasai kalau pemakai
softwarenya adalah perusahaan besar yang omzetnya mungkin triliunan rupiah per
tahun.
Mari kita
sekarang masuk ke uraian tentang software pengolah data yang saya maksud.
Pencatatan manual yang diperlukan
saat pelaksanaan posyandu lansia hanyalah pencatatan
diatas
selembar kupon kecil seperti
gambar disamping, yang memuat 3 data tentang :
hasil penimbangan badan, hasil pemeriksaan tensi dan apakah lansia ybs
memerlukan pengobatan atau tidak. Inilah gambaran flow of datanya :
![]() |
| Kupon isian data |
PENIMBANGAN BADAN
DATA BERAT BADAN DICATAT PETUGAS PENIMBANGAN BADAN
DALAM KUPON
DALAM KUPON
HASIL PEMERIKSAAN TENSI DICATAT DALAM
KUPON
DILENGKAPI DATA APAKAH PERLU PEMERIKSAAN ATAU TIDAK, SEKALIGUS DIINPUT KE SOFTWARE
DILENGKAPI DATA APAKAH PERLU PEMERIKSAAN ATAU TIDAK, SEKALIGUS DIINPUT KE SOFTWARE
Demikian
aliran data mulai dari penimbangan badan sampai keluarnya hasil pengolahan data
menjadi informasi.
Nah, mari
kita simak seperti apa software pengolah data ini dalam bentuk layar layarnya.
![]() |
| Menu Utama |
Menu
Utama, yang berisi opsi : Input
Data, Tampilkan data, Undangan dan Exit
Untuk
pembahasan ini dipilih Input Data
dan inilah tampilan berupa opsi data apa yang akan diinput.
![]() |
| Opsi pilihan input data |
Disini saya
hanya fokus untuk membahas masalah pengolahan data posyandu saja maka dipilih
(klik) opsi Posyandu, yang berarti akan diinput data Posyandu Lansia. Input
data Penduduk jarang sekali digunakan, kecuali terjadi mutasi penduduk di Dusun
Kadipiro.
Pilihan pada Opsi Posyandu akan memunculkan pilhan bulan apa dan tahun berapa.
Pilihan pada Opsi Posyandu akan memunculkan pilhan bulan apa dan tahun berapa.
Ambillah misalnya Desember, yang kemudian akan diikuti pilihan tahun
2016.
Berikut tampilan form isian data untuk posyandu lansia.
Berikut tampilan form isian data untuk posyandu lansia.
Sebagai contoh diinput data hasil Posyandu Lansia untuk
lansia bernama HASANAH, bulan tahun terisi otomatis, tinggal ketik Berat badan, Tensi Sistolik, Tensi Diastolik dan pilihan apakah akan melakukan pemeriksaan kesehatan atau
tidak, dengan klik Ya atau Tidak.
Selesai
dilakukan input data seorang lansia, maka hasilnya akan ditampilkan sebagai
berikut.
![]() |
| Hasil Input data |
Demikian
dilakukan hal yang sama untuk semua lansia yang hadir pada hari itu.
Catatan: angka-angka tersebut adalah semata untuk simulasi dan bukan data
sebenarnya demi menjaga kerahasiaan data pribadi yang bersangkutan.
Selesai Input Data kembali ke Menu
Utama untuk memilih Opsi Tampilkan Data.
![]() |
| Opsi pilihan Tampilkan data |
Pada pilihan Tampilkan Data pada Menu Utama, akan disajikan opsi berikut, dan karena pokok bahasan ini adalah Posyandu Lansia, maka dipilih (klik) Rekap Posyandu, untuk menampilkan data-data pemeriksaan pada Posyandu Lansia hari itu.
![]() |
| Opsi Rekap Posyandu |
Untuk
menampilkan Rekap Posyandu tersedia pilihan apakah Rekap Bulanan, atau Rekap Per Anggota. Kali ini dipilih (klik) Rekap
Bulanan, yang berarti rekap data posyandu lansia pada bulan pilihan.
Dalam opsi
pilihan lewat menu Opsi Pilihan Bulan dan Tahun, dipilih sebagai contoh bulan Desember dan tahun 2016 karena saat
awal input data adalah untuk bulan tahun tersebut.
![]() |
| Rekap Data bulanan |
Inilah hasil olahdata untuk Posyandu bulan Desember 2016 untuk semua lansia yang hadir pada Posyandu Lansia bulan itu yang diselenggarakan tanggal 9-12-2016, yang pada intinya informasi yang ditampilkan dalam kolom-kolom sebagai berikut :
NAMA
- JENIS - UMUR :
nama lansia yang hadir pada Posyandu Lansia, jenis kelamin dan umurnya pada
saat dilaksanakannya Posyandu Lansia. Data Umur akan otomatis menyesuaikan
dengan tanggal posyandu
HADIR (%) : menampillkan informasi untuk keberapa
kalinya hadir sejak pertama kali diselenggarakan posyandu lansia (pada tahun
2007) sampai dengan bulan itu, dan sekaligus prosentasenya. Informasi ini sangat
bermanfaat untuk melihat rajin atau tidak-nya hadir di posyandu lansia
PERIKSA (%) : menampilkan informasi sudah keberapa kali sejak saat pertama kali
posyandu diselenggarakan ybs melakukan pengobatan sekaligus prosentasenya. Informasi ini menunjukkan seberapa tingkat
kesehatannya, apakah sering menderita sakit atau tidak.
TENSI :
hasil pemerikaan tensi pada hari itu, sekaligus tingkat hypertensinya
BERAT :
hasil penimbangan bada pada hari itu, dan sekaligus klasifikasinya (obesitas)
I M T : perhitungan IMT (Index Massa Tubuh) sesuai rumus yang berlaku
Catatan : nama-nama sengaja disamarkan karena ini data sebenarnya yang
menyangkut informasi pribadi seseorang
![]() |
| Rekap Data per kelompok usia |
Inilah
tampilan akhir untuk Posyandu Lansia tanggal 9-12-2016 yang diakhiri dengan
tampilan Rekap data berupa informasi tentang
Berapa jumlah yang : Hadir,
Periksa kesehatan, Penderita Hypertensi, Penderita Darah Rendah, Tekanan
Normal, Berat Badan Lebih, Berat Badan Kurang dan Berat Badan Normal,
semuanya telah terkelompok untuk Pra
Lansia (45-49 th), Lansia (60-69 th), dan Risti (=>70 th), sekaligus
prosentasenya. Inilah yang kami sebut dengan Informasi karena telah dipaparkan
dengan jelas Rekap dari semua kegiatan pada hari itu, dan relatif dalam waktu
yang amat singkat, katakanlah hanya dalam hitungan detik setelah data terakhir
diinput. Bisa dibayangkan berapa hari yang diperlukan untuk mengolah dari data
menjadi informasi seperti itu seandainya tetap berpegang pada buku
wajib sesuai pakem yang ada.
Kembali ke
Gambar Opsi Rekap Posyandu, bila dipilih opsi Per Anggota, akan disajikan lagi
Opsi apakah untuk satu tahun tertentu. Misalnya dipilih Per Tahun, maka sistem akan meminta siapa nama yang ingin ditampilkan, dan tahun berapa.. Sebagai contoh dipilih untuk lansia atas nama HASANAH dan untuk tahun 2016. Hasilnya adalah seperti gambar berikut
![]() |
| Tampilan data per orang selamam 1 tahun |
Bila pilihan
pada opsi Seluruh Tahun maka akan ditampilkan mulai tahun 2007 sampai trerakhir
tahun berapa input data Posyandu Lansia dilakukan.
Dari data-data
yang terolah akan dengan mudah dielaborasi menjadi bentuk informasi yang lain, sesuai
kebutuhan, baik itu kepentingan sendiri atau lembaga lain yang membutuhkan
laporan-laporan, grafik-grafik dan sebagainya.
Sebenarnya
masih banyak fitur dari Software ini, namun kali ini saya batasi pembahasannya
sebatas bagaimana mengolah data menjadi informasi, khususnya yang berkaitan
dengan Posyandu Lansia. Misi saya untuk menampilkan ini semata-mata hanya ingin
memberi penegasan bahwa sesunguhnya Lansia Kadipiro tidak menolak terhadap pakem-pakem pencatatan data lewat
media buku (manual), tetapi lebih pada segi kepraktisan dan kemudahan dengan memanfaatkan
perangkat IT dalam memperoleh dan menampilkan informasi tentang hasil kegiatan
Posyandu Lansia, Dari informasi yang didapat akan ditentukan tindak lanjut
apa yang perlu diambil, baik untuk lansia secara perorangan atau lansia
keseluruhan yang dapat bermuara pada kebijakan-kebijakan apa yang mesti diambil
atau diperbarui.
Mungkin
setelah membaca tulisan ini akan timbul pertanyaan apakah sistem seperti ini
dapat diterapkan di kelompok Lansia yang lain, ataukah hanya bisa diterapkan di
Lansia Kadipiro saja. Jawabnya tentu saja bisa sistem ini diterapkan di
kelompok lansia manapun, asalkan dipenuhi beberapa persyaratan. Pertama, apakah tersedia perangkat IT,
tentunya tergantung dari kebijakan masing-masing kelompok lansia, karena bukankah
sekarang terbuka kesempatan untuk pengadaan perangkat IT melalui usulan Dana
Desa. Kedua, apakah tersedia tenaga
pelaksana yang menguasai IT ? Jawabnya mestinya tersedia; bukankah di dusun-dusun sekarang ini banyak orang-orang muda (maksudnya dilingkungan
keluarga lansia, anak, cucu, penduduk sekitar dll) yang sudah banyak mengenal dan
menguasai dunia IT. Ketiga, apakah
dilingkungan kelompok lansia ybs sudah perlu adanya program pengolah data seperti ini, tentunya
terpulang kepada para pengasuh di lingkungan lansia masing-masing apakah ada
minat untuk melangkah dari pakem-pakem pencatatan data lewat media buku ke pencatatan
dan pengolahan data lewat perangkat IT.
Perlu diingat, bahwa sarana pengolahan data lewat IT sama sekali tidak harus selalu mencontoh apa yang saya
buat, karena bukankah di dunia pegolahan data banyak tersedia perangkat-perangkat
lunak dan bahasa pemrograman lain seperti Microsoft Excel dan lain-lain. Keempat, apakah dalam penerapan sistem
ini diperlukan tambahan biaya operasional, jawabnya tentu saja tidak, biaya
awal hanya diperlukan saat pengadaan perangkat keras (komputer desktop, atau laptop)
dan printer.
Semoga
bermanfaat dan memberikan inspirasi..........











